Mengenal PWR Motor

Salah satu tolok ukur sepeda motor kencang adalah tenaga yang dihasilkan. Namun, ada hal lain yang tak kalah pentingnya dari kekuatan, yaitu bobot. Pepatah lama yang masih digunakan adalah semakin ringan kendaraan, semakin baik. karena bobot adalah salah satu prinsip penting dalam pembagian rasio bobot terhadap bobot (PWR). Dunia Otomotif

PWR memiliki dampak besar pada performa dan akselerasi mesin. PWR adalah perbandingan antara berat mesin dengan tenaga mesin.

Ringan dikombinasikan dengan kekuatan besar memberikan PWR yang baik. Semakin baik PWR, semakin cepat mesin merespon akselerasi dan semakin mudah untuk mencapai kecepatan tertinggi. Ambil contoh, motor sport 1000cc yang bisa menghasilkan 200 tenaga kuda dan berat 180 kg. Jadi standar PWR motor adalah 200 tk / 180 kg, hasilnya adalah 1,11 tk / kg. Otomotif Motor

Kemudian pemilik yang tidak puas akhirnya mencoba mengurangi bobot sepedanya agar lebih ringan. Knalpot diganti, bodi digunakan lebih ringan, yang mengurangi bobot hingga 15 kg. Diet yang dilakukannya adalah untuk membuat PWR menjadi lebih baik. Karena efek 200 tk sekarang hanya dibagi 165 kg, dan hasilnya 1,21 tk/kg.

Jika dihitung, 210 tk dibagi 180 kg, hasilnya adalah 1,16 tk/kg. Angka PWR lebih kecil lagi jika bobot motor dikurangi. “Cara termudah untuk membuat sepeda lebih cepat adalah membuatnya lebih ringan. Itu juga jauh lebih murah karena Anda dapat menghapus bagian yang tidak perlu,” tulis Bikesrepublic.

Selain itu, sepeda juga lebih mudah dijalankan dengan bobot yang lebih ringan. Mesin berakselerasi lebih cepat sekaligus menghemat lebih banyak tenaga dan bahan bakar. “Jarak yang dibutuhkan untuk mengerem juga lebih pendek, menghemat energi dan menegangkan jari dan lengan Anda,” tulis Bikesrepublic. Otomotif Mobil

Avril Lavigne Fanpage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *