Ketahui Kondisi Busi Motor

Mesinnya harus memiliki busi. Kecuali jika kuda besi yang Anda gunakan bertenaga listrik, bagian ini sudah pasti ada di bagian motor. Letaknya tentunya berbeda-beda untuk tiap mesinnya, tergantung konfigurasi mesin dan juga tipe mesinnya. Dunia Otomotif

Secara umum fungsi busi adalah untuk menyalakan api pada silinder mesin hingga menimbulkan ledakan (pembakaran). Caranya adalah dengan mengubah energi listrik kumparan menjadi percikan api melalui dua elektroda.

Jumlah busi berbeda-beda tergantung pada jenis mesinnya. Rata-rata untuk setiap silinder ada busi built-in. Sedikit unik pada Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS yang hanya menggunakan 3 busi untuk satu silinder di mesin 200cc-nya.

Karena ini adalah komponen elektronik dan bekerja di ruang bakar yang bersentuhan dengan bahan bakar, busi harus diservis. Untuk mengetahui kondisi busi anda, berikut informasi mengenai berbagai kondisi busi yang dapat terjadi dengan melihat tampilan fisiknya.

Siapkan kunci busi untuk membukanya. Oh iya, pastikan busi sudah agak dingin sebelum dibuka, atau gunakan sarung tangan untuk menahannya.

  1. Abu-abu atau merah bata pada isolator Otomotif Motor

Warna abu-abu atau merah bata pada ujung setrika atau isolator menandakan busi dalam keadaan baik dan normal. Dengan kondisi tersebut, proses pembakaran di ruang mesin berjalan optimal dan efisien. Bisa diasumsikan mesin dalam keadaan baik jika busi Anda seperti ini.

2. Hitam dan kotor

Elektroda busi hitam menunjukkan adanya ketidakseimbangan campuran bahan bakar dan udara. Kotoran atau lapisan karbon hasil pembakaran yang menempel dapat membuat mesin sulit dihidupkan, kecepatan mesin tidak stabil, dan jarak tempuh bahan bakar menjadi lebih terbuang percuma. Jika busi kotor maka harus segera dibersihkan dan kondisi mesin diperiksa. Mungkin ada penyesuaian bahan bakar atau asupan udara yang salah.

3. Putih pucat pada elektroda

Kondisi ini menandakan busi terlalu panas. Jika busi mesinnya seperti ini, bisa terjadi pembakaran yang tak lekang oleh waktu. Jika tidak segera ditangani, komponen mesin di ruang bakar akan lebih cepat terurai, bahan bakar lebih mahal, dan akselerasi mesin akan berkurang. Untuk menghindari situasi ini, pastikan spesifikasi busi memenuhi rekomendasi di manual pemilik dan ganti jenis busi dengan spesifikasi yang benar.

4. Elektroda sudah aus

Busi bisa aus jika penyalaan berjalan terlalu cepat dan tidak ada waktu pendinginan, sehingga mengurangi akselerasi dan tenaga sepeda motor. Pastikan jenis bahan bakar yang digunakan sesuai dengan buku petunjuk pemilik agar busi tidak aus, dan ganti busi baru bila perlu.

5. Hitam dan berlumur oli Otomotif Mobil

Ujung busi berwarna hitam dan belum berminyak, hal ini menandakan adanya kebocoran oli di dalam silinder. Karena ring piston tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka oli yang perlu dilumasi oleh piston terserap ke dalam ruang bakar. Keadaan ini dapat membuat pembakaran campuran udara dan bahan bakar tidak sempurna sehingga menimbulkan asap putih dari mesin. Selain dapat merusak mesin, juga dapat meningkatkan polusi udara dan mengganggu pengemudi lain di sekitarnya. Jika ini terjadi, segera periksa tekanan kompresi dan kondisi busi. Perombakan total mesin diperlukan jika ring piston berada dalam kondisi yang buruk.

Karena setiap bagian mesin harus diperhatikan dengan baik, lakukan pemeriksaan dan perawatan rutin di bengkel resmi. Misalnya dengan mengunjungi AHASS sebagai jaringan dealer dan bengkel resmi Honda. Sehingga kondisi mesin bisa ditangani dengan baik oleh ahlinya. Jika ingin berinisiatif, Anda bisa mengganti busi secara rutin. Ganti oli setidaknya dua kali atau setiap 6.000 km. Pastikan selalu performa motor honda kesayangan anda dalam kondisi prima agar perjalanan anda selalu aman dan nyaman.

Avril Lavigne Fanpage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *